Sunday, April 14, 2013

Antara, Cinta, Sahabat dan Pilihan

Ini bukan tentang memilih cinta atau sahabat
api ini tentang sahabat yang memilih cinta
Disini aku bukan tooh utama
Disini aku hanyalah penonton dari tayangan realita
Sebuah reaita yang tak ingin kulihat
Ketika semuanya berubah karena cinta
Entah suatu kesalah fahaman,
atau cinta yang tak memahami
Ketika pilihan membuat pecah suatu kesatuan
Hidup itu pilihan, maka cinta harus memilih?
Cinta itu menyatukan, tapi memisahkan yang lain?
Dan aku belum mengerti tentang ini..

Apa Kabar?

Apa kabar engkau yang sempat hadir dala cerita hidupku?
Apa kabar engkau yang hilang tanpa kabar setelah berpisah di persimpangan cerita?
Entah, hari ini tak sengaja tiba-tiba aku memikirkanmu...
Tapi sebenarnya aku tak ingin memikirkanmu
Tersirat dibayanganku bahwasannya hatimu sedang terluka
Benarkah begitu?
Hanya ingin bertanya bagaimana rasanya?
Bagaimana rasanya ditiggalkan?
Bagaimana rasanya mengalami kisah yang hanya berupa cerpen dengan endig menyakitkan?
Ah sudahlah, tak perlu kau jawab jika itu  mengusik lukamu!
Selamat mengobati luka ya!
Semoga cerpenmu tentangnya bisa membuatmmu faham akan cerpen yang kau buat dalam kehidupanku.

Friday, February 1, 2013

Kau

Aku bahagia ketika kau tunjukan rembulan yang beri harap padaku
Saat itu kau tunjukan dunia yang belum sempat ku lihat
Kau beri aku segenggam kerikil-kerikil berbentuk hati
Saat itu aku terpana,
terpana dan jatuh pada hati sesosok sederhana
Tidak tampan, tidak mapan tapi sopan dan menawan
Harapku tak pernah redup sejak kau menggenggam hatiku erat
Kuasai pikiranku dalam lamunan
Buat jantungku berdegup kencang
Indah rasanya walau tak pernah terungkap

Wednesday, September 26, 2012

Jendela Pembatas

Aku bermimpi...
Sebuah bunga tidur yang terasa nyata,
ketika itu aku ada di sebuah tempat yang tak ku ketahui.
Sangat asing..
"Mengapa mimpi membawaku kemari?" aku berjalan menyusuri lorong gelap,
dan kulihat ada setitik cahaya di depan sana.
Di sana ada seseorang, aku tahu itulah cahaya yang kucari.
Namun, saat aku mendekat
dia redupkan cahayanya
kemudian bersembunyi dibalik sebuah jendela.
"Mengapa?" gumamku..
Ku ketuk jendela itu,
selembar tirai terbuka, aku melihatnya tapi tak ia tampakan cahayanya..
tak ada senyuman "Mengapa?? Apakah sinarnya telah membias?? atau memang tak mau lagi terangi kehidupanku??"
aku termenung, dan ketika itu aku terbangun dari mimpi..
aku sadar pada kenyataannya pun telah ada sinar yang meredup
semakin meredup, dan yang paling ku takutkan jika nanti sinar itu menghilang
takut jika tirai itu tetap tertutup, dan takut jendela itu tak terbuka kembali dan menjadi pembatas sinarmu padaku

Tuesday, June 19, 2012

Mencari Ujung Langit

langit tak sekecil yang ku kira
aku hanyalah setitik debu yang melayang terombang-ambing hembusan angin
sering daku merenung
tak ingin ku terbawa arus angin yang entah bawaku pergi kemana
aku mencari ujung langit, dan angin berkata "aku tahu dimana"
tapi telah lama tak kunjung jua ku temukan
akupun bertanya "mengapa tak kulihat jua ujung langit?"
angin tersenyum dan berkata "sabar"

Friday, April 27, 2012

Persimpangan Cerita


Senyummu....
Aku tak bisa lagi melihat itu setiap hari..
Bisakah aku jauh darimu?
Jauh dari gerimis yang sempat memberiku rintik-rintik cinta
Berpisah, satu kata yang ku benci
Bisakah kita bertemu lagi?
Bertemu pada episode yang lebih indah dari ini
Masihkah nanti kau mengingatku?
Aku yang hatinya telah kau curi,
Aku yang terpesona akan bahasa indah yang kau miliki
Maukah kau tetap mengingatku,
Mengingat namaku,
dan mengingat semua tentangku?
Disini ku kan merindukanmu

Sunday, February 5, 2012

Tak Tau Diri

Setiap kau menghampiri
kuingin berlari,
kau tak tau diri