Kisah Merpati
Kisah ini berawal dari ketertarikan seorang pemuda untuk memelihara seekor burung merpati. Semula merpati enggan untuk di pelihara oleh pemuda itu. "Aku tak mau kau pelihara, semua manusia sama saja tak menghargai makhluk lain, hanya memikirkan kesenangan untuk dirinya sendiri" Pemuda itu lalumenjawab " Aku aka merawatmu, memberimu makan dengan teratur, dan tak akan membiarkan bulu putihmu yang indah itu ada yang mengotorinya" Pemuda itu akhirnya memelihara merpati, merpati terkesan dengan pemuda ini karena ternyata ucapannya dapat dibuktikan. Dia begitu telaten merawat merpati, semua ini membuat merpati semakin kagum akan pemuda itu.
Namun, semua ini tak berlangsung lama. Sepertinya pemuda ini sudah mulai bosan dengan merpati. Dia tak lagi merawat dan memerhatikan merpati , bahkan dia seakan tak peduli bahkan dia seakan tak menyadari bahwa ia memelihara seekor merpati.
" Adakah sesuatu yang membuat dirimu berubah padaku?" tanya merpati.
"Sudahlah merpati, harusnya kau mengerti aku!! Akhir-akhir ini aku sibuk, kegiatanku bukan hanya yntuk mengurusimu saja. Aku kasihan padamu karena aku tak bisa memerhatikanmu lagi!! Sebaiknya aku melepaskanmu!!
Pemuda itu melepaskan merpati. Sebenarnya merpati ingin tetap dipelihara oleh pemuda itu. Namun, merpati hanyalah seekor burung, tidak ada alasan untuk memaksa pemuda itu untuk tetap memeliharanya. "Sebenarnya aku amat kecewa, namun aku tak dapat mengungkapkan rasa kecewaku padanya karena aku terlanjur mengaguminya"
"Darimana kau tahu bahwa aku ada di tempat ini?"
"Aku sudah mengetahuinya sejak lama. Karena sebelum kupelihara kau tinggal disini, dan setelah tidak denganku lagi aku yakin kau akan kembali ke pohon ini! Merpati,,, apakah kau mau untuk kembali padaku? Akan kurawat kau seperti dulu!!"
"Entahlah, aku tak yakin!!"
Pemuda ini kembali merawat merpati, namun ini pun tak berlangsung lama.
"Sebaiknya aku melepaskanmu kembali! Aku kasihan padamu merpati, sepertinya aku tak merawatmu dengan baik. Maafkan aku merpati!! Pergilah!!"
Seminggu telah berlalu, pemuda itu kembali menemui merpati. Dengan senyumnya yang merakah pemuda itu berkata "Kemarilah merpati!!'
Merpati menghampiri pemuda itu, ia hinggap di bahu kanan pemuda tersebut. " Ada apa lagi kau menemuiku? Ada sesuatu yang begitu pentingkah??"
"Aku merasa kehilanganmu merpati!"
"Begitupun aku, mungkin rasa kehilanganku sepuluh kali lebih besar daripadamu."
Kali ini pemuda itu benar-benar merawat merpati seperti pertama kali ia merawat merpati dulu, bahkan lebih baik dari itu. Merpati amat senang dengan semua ini, dia merasa bahwa pemuda itu telah berubah menjadi lebih baik.
"Merpati siang ini aku akan pergi!"
"Kemana??"
"Kesuatu temapat! Hari ini mungkin aku tak punya waktu untukmu!!"
"Ya!! Aku mengerti kau punya kegiatan lain, kegiatanmu bukan hanya untuk mengurusiku saja!" Pergilah!"
Merpati merasa ada yang ganjil, tidak biasanya pemuda itu meminta izin kepada merpati, merpati hanyalah seekor burung, dia tidak meminta izin pada merpati pun tidak akan menjadi masalah. Biasanya jika pemuda itu ingin pergi, ya dia pergi saja. Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan oleh pemuda itu.
"Hei merpati aku sudah kembali?"
"Darimana?"
"Bukankah aku sudah bilang aku aku pergi ke suatu tempat!"
"Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu!"
"Baiklah merpati, sebenarnya aku memelihara burung nuri, sudah 3 hari aku memeliharanya. Dia sendiri yang meminta untuk dipelihara olehku. Ya, aku mau karena aku pun tertarik dengan burung nuri itu. Sepertinya perhatianku sekarang akan lebih tertuju padanya. Maafkan aku merpati, aku kasihan padamu karena sekarang aku memelihara dua burung, dan mungkin kau tak akan dapat perhatianku lagi.!"
Merpati pun mengerti dengan perkataan pemuda itu, ia langsung pergi meninggalkan pemuda itu.
"Aku teramat kecewa padanya, lebih dari rasa kecewaku sebelumnya. Mungkin dirinya menganggap bahwa aku hanyalah seekor burung yang tak memiliki hati dan perasaan, sehingga ia tak pernah memikirkan perasaanku. Perlakuan dan kata-kata yang dia ucapkan teramat perih bagiku, sehingga aku yang hanya seekor burung pun dapat menangis mengeluarkan tetesan-tetesan air mata kekecewaan. Ingin aku membencinya, namun semu ini tak bisa karena aku telah terlanjur mengagumi dirinya."
Pemuda itu kembali menghampiri merpati. "Hahahaa,, aku tidak memelihara brung nuri itu lagi!"
"Maksud?"
"Tidak bermaksud apa-apa aku hanya membeitahumu!"
"Kenapa kau tidak memeliharanya lagi?"
"Burung nuri itu yang meminta, katanya dia ingin terbang bebas!"
"Lantas kalau dia tidak memintamu untuk melepaskannya, apakah kau tidak akan melepaskannya?'
"Ya sepertinya begitu!"
"Bagus sekali,, kenapa kau begitu menghagai burung nuri itu?? Kau tidak pernah seperti itu padaku. Bahkan aku tak memintamu untuk melepaskanku saja kau sudah melepasku dan mencampakanku, dan itu sudah beberapa kali kau lakukan padaku. Kau tahu, aku pun memiliki perasaan. Andai aku adalah seorang manusia mungkin aku akan begitu hancur. "
"Maafkan aku merpati, aku tak bermaksud dan tak berniat menyakitimu!!"
Merpati terbang meninggalkan pohon itu. Pemuda itu berteriak "Aku tahu kau marah padaku merpati, kembalilah pada pohon ini jika kau sudah tenang dan memaafkanku!"
"Aku tak tahu kapan aku akan tenang!!"
"Sampai kapan pun itu akan kutunggu, merpati!!
Namun, semua ini tak berlangsung lama. Sepertinya pemuda ini sudah mulai bosan dengan merpati. Dia tak lagi merawat dan memerhatikan merpati , bahkan dia seakan tak peduli bahkan dia seakan tak menyadari bahwa ia memelihara seekor merpati.
" Adakah sesuatu yang membuat dirimu berubah padaku?" tanya merpati.
"Sudahlah merpati, harusnya kau mengerti aku!! Akhir-akhir ini aku sibuk, kegiatanku bukan hanya yntuk mengurusimu saja. Aku kasihan padamu karena aku tak bisa memerhatikanmu lagi!! Sebaiknya aku melepaskanmu!!
Pemuda itu melepaskan merpati. Sebenarnya merpati ingin tetap dipelihara oleh pemuda itu. Namun, merpati hanyalah seekor burung, tidak ada alasan untuk memaksa pemuda itu untuk tetap memeliharanya. "Sebenarnya aku amat kecewa, namun aku tak dapat mengungkapkan rasa kecewaku padanya karena aku terlanjur mengaguminya"
"Darimana kau tahu bahwa aku ada di tempat ini?"
"Aku sudah mengetahuinya sejak lama. Karena sebelum kupelihara kau tinggal disini, dan setelah tidak denganku lagi aku yakin kau akan kembali ke pohon ini! Merpati,,, apakah kau mau untuk kembali padaku? Akan kurawat kau seperti dulu!!"
"Entahlah, aku tak yakin!!"
Pemuda ini kembali merawat merpati, namun ini pun tak berlangsung lama.
"Sebaiknya aku melepaskanmu kembali! Aku kasihan padamu merpati, sepertinya aku tak merawatmu dengan baik. Maafkan aku merpati!! Pergilah!!"
Seminggu telah berlalu, pemuda itu kembali menemui merpati. Dengan senyumnya yang merakah pemuda itu berkata "Kemarilah merpati!!'
Merpati menghampiri pemuda itu, ia hinggap di bahu kanan pemuda tersebut. " Ada apa lagi kau menemuiku? Ada sesuatu yang begitu pentingkah??"
"Aku merasa kehilanganmu merpati!"
"Begitupun aku, mungkin rasa kehilanganku sepuluh kali lebih besar daripadamu."
Kali ini pemuda itu benar-benar merawat merpati seperti pertama kali ia merawat merpati dulu, bahkan lebih baik dari itu. Merpati amat senang dengan semua ini, dia merasa bahwa pemuda itu telah berubah menjadi lebih baik.
"Merpati siang ini aku akan pergi!"
"Kemana??"
"Kesuatu temapat! Hari ini mungkin aku tak punya waktu untukmu!!"
"Ya!! Aku mengerti kau punya kegiatan lain, kegiatanmu bukan hanya untuk mengurusiku saja!" Pergilah!"
Merpati merasa ada yang ganjil, tidak biasanya pemuda itu meminta izin kepada merpati, merpati hanyalah seekor burung, dia tidak meminta izin pada merpati pun tidak akan menjadi masalah. Biasanya jika pemuda itu ingin pergi, ya dia pergi saja. Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan oleh pemuda itu.
"Hei merpati aku sudah kembali?"
"Darimana?"
"Bukankah aku sudah bilang aku aku pergi ke suatu tempat!"
"Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu!"
"Baiklah merpati, sebenarnya aku memelihara burung nuri, sudah 3 hari aku memeliharanya. Dia sendiri yang meminta untuk dipelihara olehku. Ya, aku mau karena aku pun tertarik dengan burung nuri itu. Sepertinya perhatianku sekarang akan lebih tertuju padanya. Maafkan aku merpati, aku kasihan padamu karena sekarang aku memelihara dua burung, dan mungkin kau tak akan dapat perhatianku lagi.!"
Merpati pun mengerti dengan perkataan pemuda itu, ia langsung pergi meninggalkan pemuda itu.
"Aku teramat kecewa padanya, lebih dari rasa kecewaku sebelumnya. Mungkin dirinya menganggap bahwa aku hanyalah seekor burung yang tak memiliki hati dan perasaan, sehingga ia tak pernah memikirkan perasaanku. Perlakuan dan kata-kata yang dia ucapkan teramat perih bagiku, sehingga aku yang hanya seekor burung pun dapat menangis mengeluarkan tetesan-tetesan air mata kekecewaan. Ingin aku membencinya, namun semu ini tak bisa karena aku telah terlanjur mengagumi dirinya."
Pemuda itu kembali menghampiri merpati. "Hahahaa,, aku tidak memelihara brung nuri itu lagi!"
"Maksud?"
"Tidak bermaksud apa-apa aku hanya membeitahumu!"
"Kenapa kau tidak memeliharanya lagi?"
"Burung nuri itu yang meminta, katanya dia ingin terbang bebas!"
"Lantas kalau dia tidak memintamu untuk melepaskannya, apakah kau tidak akan melepaskannya?'
"Ya sepertinya begitu!"
"Bagus sekali,, kenapa kau begitu menghagai burung nuri itu?? Kau tidak pernah seperti itu padaku. Bahkan aku tak memintamu untuk melepaskanku saja kau sudah melepasku dan mencampakanku, dan itu sudah beberapa kali kau lakukan padaku. Kau tahu, aku pun memiliki perasaan. Andai aku adalah seorang manusia mungkin aku akan begitu hancur. "
"Maafkan aku merpati, aku tak bermaksud dan tak berniat menyakitimu!!"
Merpati terbang meninggalkan pohon itu. Pemuda itu berteriak "Aku tahu kau marah padaku merpati, kembalilah pada pohon ini jika kau sudah tenang dan memaafkanku!"
"Aku tak tahu kapan aku akan tenang!!"
"Sampai kapan pun itu akan kutunggu, merpati!!

Sanzon.pk is a shopping website with range of products from home decoration to kitchen accessories.
ReplyDelete