Kisah Merpati (PART II)

       Merpati terbangun dari tidurnya, kemudian ia berdiri di depan cermin. Ditatap bayangan dirinya yang terpantul pada cermin tersebut. Tak ada yang berbeda dan tak ada yang berubah dari dirinya, ia masih tetep menjadi seorang manusia, bukan seekor burung merpati. Ternyata dirinya yang menjadi seekor burung merpati itu hanyalah sebuah mimpi dalam tidurnya. Dia bermimpi menjadi seekor burung merpati yang dicampakan. Ia sadar bahwa semua itu bukan hanya sekedar mimpi, tapi semua itu benar-benar terjadi pada dirinya, benar-benar terjadi dalam dunia nyata.

       Mimpi itu seakan kiasan apa yang terjadi padanya saat ini. "Aku kira saat aku tertidur aku akan lupa dengan semua yang terjadi padaku , tapi ternyata aku salah!!  Semua itu merasuk pada mimpi di tidurku bagaikan sebuah kiasan yang menyindirku dan memaksaku untuk tidak melupakan apa yang terjadi! Semua yang terjadi pada mimpiku sama persis dengan kenyataan yang kuhadapi sekarang! Kiasan yang begitu indah namun tak seindah dengan apa yang terjadi! Sampai kapan aku begini? Sampai kapan aku mengingat akan hal yang telah menyakiti hatiku! Kapan kenyataan yang menjadi mimpi buruk ini ini akan berubah menjadi lebih baik? Kapan air mata ini akan berubah menjadi senyuman??!! Tetes demi tetes air mata pun mulai membasahi pipinya.
       Mepati masih teringat ucapan terakhir darinya "Aku tahu kau marah padaku merpati, kembalilah ke tempat ini jika kau sudah tenang dan memaafkanku!"Sampai kapan pun itu akan kutunggu kau disini, merpati!!" Merpati pun lantas pergi menuju tempat itu. Tak ada siapa pun disana termasuk pemuda itu, yang ada hanyalah pepohonan-pepohonan rindang disertai kicauan-kicauan burung. Merpati memandangi didekeliling tempat itu, berharap pemuda itu ada disana. Harapannya hanya harapan kosong, dia berdiri ditempat itu bersama hembusan angin yang menbuat daun-daun berterbangan.
       "Ternyata dia berbohong!! Ucapannya saat itu hanya untuk sekedar sedikit meredakan hatiku yang sedang kacau, hanya memberikan harapan palsu bagiku!!"
      

Comments

  1. blh kritik?
    crita.a g semenarik yang pertama, coba kembangin lagi bikin pembaca penasaran..

    ReplyDelete
  2. @anonim: oke makasih kritiknya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

kembali

Jendela Pembatas

Angka dan Kata