Kisah Merpati (Part III)

 Hari demi hari pun berlalu, waktu terus berjalan. Merpati masih belum bisa melupakan kejadian yang membuatnya begitu rapuh. Merasa sakit hati oleh orang yang sangat ia sukai, ingin membencinya tapi tak bisa. Cintanya yang ditarik ulur bagaikan sebuah layangan yang dimainkan seseorang, tidak hanya itu cintanya pun dibagi dua oleh pemuda itu, kemudian tali layangan itu ia putus sehingga apa yang dirasakan merpati adalah sebuah kepedihan hati yang begitu mendalam.

       Perasaan merpati masih belum berubah, perasaannya masih sama, masih menyukai pemuda itu. Mungkin berbeda dengan apa yang dirasakan pemuda itu, semuanya berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan merpati, sepertinya sejakl awal pun pemuda itu tidak pernah mempunyai perasaan apapun terhadap merpati. Dulu dan sekarang sikapnya tetap saja tak memperdulikan merpati,lidahnya terlalu tajam untuk hati merpati, kata-kata yang diucapkannya selalu menyakiti  hati merpati, apalagi saat ini mereka tidak mempunyai suatu ikatan, sehingga dia lebih tidak peduli lagi terhadap merpati.
      "Aku tidak mau terus seperti ini!! Aku tidak mau terpuruk dalam perasaan yang begitu menyiksaku! Aku ingin melupakannya! Aku ingin perasaan ini hilang! Aku tidak ingin menjadi seorang yang tolol dan bodoh karena mengharapkan sesuatu yang tidak menginginkanku!!"
       Entah kenapa hari ini merpati ingin sekali bejalan-jalan ke taman yang berada tidak jauh dari balai kota, seperti ada sesuatu yang mendorongnya untuk pergi kesana.Dia pun tidak tahu untuk apa dia pergi kesana, namun merpati tetap mengikuti kata hatinya.
      Dilihatnya orang yang sangat ia kenal,Ghian (pemuda itu). Ia tidak sendiri tapi ditemani oleh seorang perempuan yang sangat cantik, cantik sekali sehingga merpati merasa berada di bawahnya.
      "Kamu adalah semangat dalam hidupku!" ucap perempuan itu.
      "Siapa??" tanya Ghian.
      "Ya kamu lah, kamu kan pacar aku!!" perempuan itu tersenyum.
      "Kamu pun begitu bagiku sayang!! Kamu Yuri yang sangat cantik, yang mampu membuat aku begitu jatuh cinta padamu , kamu selalu ada untukku sehingga aku selalu bersemangat untuk menjalani kehidupan ini!"
       Pembicaraan itu yang Merpati dengar saat ia berjalan melewati Ghian dan Yuri. Merpati begtu lemah mendengar semua itu. Bahkan saking asyiknya Ghian berada dalam dunianya sendiri sehingga ia tak menyadari bahwa Merpati telah berjalan melewati mereka brdua.
       "Cemburu?? apakah itu yang kurasakan saat ini? Mengapa hati ini begitu kacau?? Apakah akau iri karena dulu Ghian tidak seperti itu padaku? Mengapa Ghian begitu baik terhadap Yuri? Kata-kata yang diucapkannya pada Yuri begitu lembut dan sangat menjaga perasaan Yuri! Jauh sekali dengan sikapnya dulu padaku!! Apakah mungkin karena Yuri adalah perempuan yang nyaris sempurna? Dia adalah perempuan yang sangat cantik, kelihatannya ia juga seorang perempuan yang cerdas, dia perempuan yang baik dan lembut. Walaupun aku tak mengenalnya, namun semua itu terlihat dari keteduhan wajahnya. Sedangkan aku? Apalah aku ini? Aku tidak memiliki semua itu! Jika aku dibandingkan dengannya jelas aku yang akan kalah. Semua laki-laki pasti menginginkan sosok seperti Yuri, termasuk Ghian. " setetes air mata keluar dari mata bening Merpati.
       Merpati terus berjalan menjauhi Ghian dan Yuri, namun pandangannya tetap melihat ke belakang, kearah Ghian dan Yuri. "Merpati!" seseorang memanggil namanya. Langkah Merpati terhenti ketika ada seseorang yang memanggilnya, kemudian ia berjalan kembali. "Merpati!" orang itu kembali memanggil namanya! Langkah Merpati kembali terhenti, lalu orang itu tersenyum padanya!
      "Percayalah Merpati, suatu saat kau akan mendapatkan orang yang lebih baik dari dia!!
       "Begitukah?" Merpati kembali berjalan dan pandangannya tetap melihat kebelakang, melihat Ghian & Yuri."Merpati!" orang itu kembali memanggilnya. " Lihatlah ke depan!! Janganlah kamu terus-menerus melihat ke belakang, jika terus seperti itu kau akan terjatuh!! Kau tau bahwa di depan ada sesuatu yang lebih indah, sesekali kau boleh melihat ke belakang karena semua itu dapat menjadi cermin untuk kehidupanmu ke depan. Tapi, jika kau terus melihat ke belakang, kau sendiri yang akan rugi, kau akan terjatuh bahkan mungkin terpuruk dengan pedihnya masa lalu dan semua itu akan membuatmu lebih sulit untuk bangun dan bangkit kembali."
      Merpati mencoba tersenyum pada orang itu, ia mengerti apa yang dikatakannya. "Terimakasih!" ucap Merpati singkat pada orang itu, kemudian ia kembali melangkahkan kakinya dan terus berjalan berusaha mengarahkan pandangannya ke depan. Langkah Merpati kembali terhenti, karena ia merasa ada orang yang mengikutinya. "Kau? Kau yang tadi memanggilku dan mengingatkanku agar aku tidak melihat lagi kebelakang!! Sekarang, untuk apa kau mengikutiku?" tanya Merpati. "Untuk mengingatkanmu jikalau kau memandang lagi kebelakang, untuk mengingatkanmu bahwa akan ada yang lebih baik dari dia, untuk menghiburmu jika kau bersedih, untuk menghapus air matamu jika kau menangis, untuk lebih mengenal seorang Merpati, untuk berjalan bersamamu melewati rintangan kehidupan agar kau tak sendiri lagi dan untuk membantumu bangkit dari semua ini!"

Comments

Popular posts from this blog

kembali

Jendela Pembatas

Angka dan Kata