Delete
Menghilangakan rangkaian kata yang telah terukir dalam hati ini adalah salah satu usahaku sekarang, merupakan usahaku untuk melupakannya. Berusaha menghapusnya sedikit demi sedikit, huruf demi huruf. Ketika semua itu terjadi aku berbicara dengan diriku sendiri, aku dan hatiku memperdebatkan semua ini. Aku measa telah menjadi seorang yang hampir gila karena ini, betapa bodohnya aku bertanya dan menjawab sendiri dari semua pertanyaan yang aku lontarkan.
Hati : "lalu dengan apa semua itu akan terhapus??"
Aku : "tergantung dengan apa yang kita pakai untuk menulisnya. Jika menulisnya mengunakan bolpoin, tentu saja akan menghapusnya dengan menggunakan tipe-x. jika menulisnya dengan menggunakan pensil, tentu saja menghapusnya dengan penghapus karet."
Hati : "bukankah tipe-x dan penghapus karet akan tetap meninggalkan beas pada kertasnya??"
Aku: "Ya, namun setidaknya mengurangi apa yang ingin dihilangkan, semuanya tak bisa terbaca lagi."
Tipe-x menutupi rangkaian kata yang ditulis dengan bolpoin, namun tipe-x itu membat gumpalan putih pada kertas sehingga mempunyai bekas dan tanda bahwa telah ada tulisan yang telah dihilangkan.
Banyak orang yang mengatakan jikalau kita menulis menggunakan pensil kita akan lebih mudah untuk menghapusnya, dan bekasnya pun nyaris tak terlihat. Nyaris, bukan berarti benar-benar hilang tapi goresan-goresan dari pensil tersebut masih samar terlihat.
Dan semua itu tidak bisa mengembalikan keutuhan kertas sperti sebelum kertas ditulisi oleh rangkaian kata tersebut.
Hati : "walaupun begitu kertas itu masih beruntung. Meskipun tidak bisa kembali seperti sedia kala, setidaknya kertas dapat menghilangkan apa yang ingin dia hilangkan. Kertas tau dengan apa tuisan itu dapat teragkai dan kertas juga tau dengan apa dia harus menghapusnya!! Bagaimana denganku?? Aku tak tahu dengan apa aku menulisnya sehingga aku pun tak tahu dengan apa aku hars menghapusnya!!sedangakan kau sendiri yang mengatakan bahwa akan menghapus satu demi huruf dari rangkaian kata yang telah tertulis dalam hatimu (aku). Bukankah kau dan kau adalah seorang yang sama?? Jika ak tdak mengetahuinya, tentu kau pun tidak mengetahuinya. Bukankah begitu??"
Aku : "ya, kau benar aku tidak tahu dengan apa aku menulisnya, dan aku pun tidak mengetahui dengan apa aku harus menghapusnya!!"
Hati: "andai saja aku seperti kertas itu, tentu semua ini tidak akan terlalu menyakitkan bagimu. Tentu saja nama itu telah terhapus dari diriku sehingga kau dapat melupakannya."
Aku:" semua ini kesalahanku, karena pandanganku sehingga nama itu tertulis dalam dirimu."
Hati: "tetap saja aku yang paling bersalah dalam hal ini, karena aku yang begitu peka sehingga kau mempunyai perasaan yang lebih dan pada akhirnya nama itu tertulis dalam diriku. Jika aku berandai-andai aku ingin menjadi seperti kertas itu, atau bahkan sekalian saja aku ingin menjadi sperti file microsoft pada komputer, karena kertas meninggalkan bekas tapi file microsoft hanya dengan memblock dan mengklik delete semuanya akan hilang dan kembali seperti semula tanpa meninggalkan bekas. Tapi sayang aku tak bisa menjadi file microsoft, aku akanlah tetap menjadi hatimu yang mejadi perasaanmu dan terus melekat denganmu."
Aku : "kau ini lucu sekali, menghiburku dengan kekonyolanmu. Betapa bodohnya membayangkan diri seperti file microsoft."
Hati : "ya tentu saja, karena dengan aku menjadi file microsoft, kau akan dengan mudah menghapus nama itu, dan tidak akan ada lagi air mata yang menetes dari matamu."
Aku benar-benar merasa seperti orang bodoh yang bertanya kepada diriku sendiri, kemudian pertanyaan itu aku jawab sendiri, kemudian aku menyalahkan diriku sendiri, selanjutnya aku menghibur diriku sendiri dengan khayalan-khayalan aneh yang terlintas dalam imajinasiku.

Comments
Post a Comment