saat ku terdiam di atas atap awan putih,, angin berhembus kencang menampar diriku yang sedang menikmati indahnya langit biru, burung-burung mengusirku kemudian mencakar pipiku agarku lekas pergi dari langit. mereka menyuruhku untuk berpijak di bumi, saat aku telah melayang jauh tentu aku tak mau untuk kembali kedasar.. lalu kumenatap keatas,, ku lihat jalan yang ku tempuh buntu dan ku sadar mereka bukan mengusirku tapi mereka memberiku isyarat untuk memulainya kembali dari awal. memilih jalan yang berujung pada akhir cerita hidupku, yang tak buntu dan terputus ditengah-tengah.
Sebenarnya aku lebih menyukai kata dibandingkan angka, "Hahaha.. Kau tersesat dalam tujuanmu sendiri! Bodoh!" Ya mungkin aku memang bodoh, mencoba mencari titik aman dengan angka, namun ternyata berlindung dengan sesuatu yang tak ku sukai bukanlah hal yang gampang, ketika aku mereasa dunia khayal dan imajinasiku terenggut oleh kenyataan dan fakta bahwa sekarang aku berdiri dan berpijak pada suatu ranah yang memaksaku melupakan apa yang sebenarnya aku mampu. Disini aku dipandang sebelah mata, tak ada yang melihatku, ya karena pada dunia ini aku tak memiliki kelebihan yang bisa membuat orang memandangku hormat! Aku merindukan kata, aku merindukan itu, aku merindukan masa dimana aku sering mendebat suatu hal, aku merindukan ketika orang-orang mencariku dan berkata " tolong bantu aku! " , aku rindu pada diriku yang dulu, diriku yang tak pernah ragu untuk berpendapat, berbeda dengan diriku yang sekarang yang lebih banyak memilih untuk diam, ya diam karena aku tak men...
Ketika aku menegenal seseorang seperti dirimu, ada rasa sesal menyelimutiku. Aku kagum sekaligus kecewa padamu. Kagum pada kecerdasan yang kau miliki dan kecewa dengan semua sifat dan kepribadianmu yang membuatku terluka. Sebenarnya aku begitu peduli padamu walaupun kau tak pernah peduli padaku. Aku selalu memikirkanmu tapi mungkin kau tidak pernah memikirkanku. Mungkin itu hanya kebodohanku, begitu bodoh terjerat oleh dirimu yang begitu cuek terhadapku. Kebodohanku karena aku mau mengenal seorang seperti dirimu. Sulit bagiku untuk membencimu, aku tak bisa melihat kekuranganmu, mata hatiku tak bisa untuk melihatnya. Aku menyesal mengenali dirimu tapi aku tak ingin kau pergi dari hidupku, tak ingin jika kau hanya sekedar menumpang lewat dalam kehidupanku.
Comments
Post a Comment