Tinta Putih
Saat itu lonceng-lonceng berbunyi, beri kebisingan di telingaku. Kemudian setelah aku melewati taman kosong tak berbunga, mereka diam beri hening dan sepi, yang terdengar hanyalah langkah kakiku yang berjalan menuju sebuah cerita yang kau buat pada secarik kertas hitam bertintakan putih."Aku menunggumu disudut cerita" ucapmu padaku melalui angin yang berhembus mengibaskan ujung jilbabku.
Kemudian bunga-bunga mulai tumbuh menghiasi taman, kupu-kupu kecil hinggap di ujung jari manisku, ia memberi senyuman manis padaku kemudian terbang mengelilingiku senbari berkata "Ini pertanda kau tlah dekat dengannya!"
Aku tak tahu seberapa dekat aku harus berjalan lagi untuk menemukannya. Selangkah atau dua langkah atau mungkin dekat itu beribu-ribu langkah lagi? Atau mungkin berjuta-juta langkah lagi? Aku tak tahu! yang ku tau setelah aku bertemu denganmu disudut cerita dibawah naungan atap langit di tengah rumput-rumput yang bergoyang tertiup angin pada saat itulah kertas hitam itu berubah menjadi putih, namun tetap dengan tinta putihnya. Hingga orang lain tak dapat membacanya, kecuali kau dan aku!!
Karena cerita itu hanya untuk kau dan aku!
Aku terus berjalan ditemani kupu-kupu kecil itu, hingga jauh dari kumpulan lonceng-lonceng yang tadi kulewati. Hingga mataku melihat dari kejauhan kau sedang duduk bersama rumput-rumput yang setia menemanimu.
Wahhh... Suka deh postingan ini :D
ReplyDeletemakasih :)
ReplyDeleteapa kabarnya dweedy?
nice, salam kenal
ReplyDelete